ART and CRAFT MOVEMENT

March 19, 2008

Art and Craft Movement atau dalam bahasa Indonesia disebut Gerakan Seni dan Kriya adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Gerakan Seni dan Kriya ini diinspirasikan oleh tulisan-tulisan tangan John Ruskin dan oleh para seniman yang membanggakan hasil kerja tangannya. Gerakan ini berlangsung di Inggris dan Amerika yang didasari perlawanan akan revolusi industri. Karena para seniman beranggapan karya-karya yang dihasilkan oleh mesin hasilnya monoton dan karya tersebut seperti kehilangan jiwanya.

John Ruskin ini sendiri adalah seorang seniman eksentrik yang mempunyai pengaruh cukup besar pada seni era Victorian dan Edwardian. Beliau juga menulis sebuah buku yang nantinya menginspirasi Mahatma Gandhi untuk gerakannya, pikiran bebasnya tentang ekonomi social dan menolak kapitalisme menjadi tonggak Gandhi untuk memperjuangkan kemerdekaan India.

 

Bersama William Morris, Ruskin membentuk Art Workers’ Guild pada 1884 untuk meruntuhkan penghalang antara pelukis, pengrajin, dan arsitek. Kata-kata Arts and Crafts sendiri digunakan atas usul T J Cobden-Sanderson.

 Sebenarnya gerakan ini walau menolak pembuatan karya seni dengan mesin, bukanlah gerakan yang anti modernisme dan anti industrialisme. Orang-orang eropa merasakan pentingnya penggunaan mesin, tapi hanya untuk pekerjaan yang berulang-ulang. Muthesius, yang merupakan kepala desain pemerintahan Jerman, yang disaat itu bangsa jerman dekat dengan penggunaan mesin, merasakan bahwa seni harus disebarluaskan, yang dia sebut sebagai demokratisasi seni. Dan karena pendapatnya ini terjadi konflik antara dia dan Henry Van de Velde yang merasakan produksi masal adalah ancaman untuk kreatifitas dan individualitas.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Klasifikasi:

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

  1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
  2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

 Contoh karya

  • Cover majalah studio 1888 – tidak dikenal
  • Cover majalah “Craftsman” – Gustav Sticley
  • Halaman buku “Morte’d Arthur” – Aubrey Breadsley

 m01-wmmorriswallpaper.jpg

Artichoke, karya John Henry Dearle, tahun 1897. disini dapat dilihat motif yang sangat rumit. dan ornamen-ornamen dekoratif yang nantinya menggagasi art nouveau sudah muncul Warna-warna yang soft yang disini mewakili feminisme terlihat dominan.

Contoh Seniman : 

  • William Morris
  • Owen Jones
  • Gustav Sticley
  • Aubrey Breadsley
  • Arthur Mc. Murdo
  • Adolf Loos
  • Michael Tonet

Pengaruh=pengaruh Art and Craft Movement :

jackson_mary_photo5x7.jpg   batik.jpg

Benda-benda kerajinan tangan masih banyak digunakan. Mulai dari perabot rumah tangga sampai perhiasan dan tidak terlupa bahan pakaian.Harga benda kerajinan tangan bisa menjadi lebih mahal daripada harga benda hasil produksi pabrik dikarenakan adanya pengaruh Art and Craft Movement.  

 

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Arts_and_Crafts_movement

http://www.essential-architecture.com/STYLE/STY-M01.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: