ART DECO

March 11, 2008

Art Deco berkembang pada tahun 1920 – 1939, namanya diperoleh dari Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes, sebuah eksibisi yang berlangsung di Paris pada tahun 1925. Seni ini pertama kali dimulai oleh seniman Perancis ( Paris ) yang telah berekperimen selama beberapa tahun untuk menciptakan seni ini. Setelah perang dunia pertama, orang- orang menginginkan modernisasi, gaya yang fungsional untuk furniture, perhiasan dan objek- objek dekoratif mereka.

Art Deco mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fashion, lukisan, seni grafis, dan film. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.

Latar Belakang

Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kolektif resmi, La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard, Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman inilah yang sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis.

Gerakan awal ini disebut Style Moderne. Istilah Art Deco diambil dari Eksposisi 1925, meskipun baru pada 1960-an istilah ini diciptakan, ketika terjadi kebangkitan kembali Art Deco.

 

180px-beau_brownie.jpg

 

Walter Dorwin Teague‘s “Beau Brownie” camera for Eastman Kodak.

Secara umum dianggap sebagai suatu bentuk eklektik dari keanggunan dan gaya modernisme, yang dipengaruhi berbagai sumber. Diantaranya adalah seni tradisional Afrika, Mesir, atau Aztek Meksiko, dan juga Abad Mesin atau teknologi Streamline seperti penerbangan modern, Penerangan listrik, radio, dan bangunan pencakar langit. Pengaruh desain ini terlihat pada fractionated, crystalline, bentuk facet dari dekorasi Kubisme dan Futurism, dalam wadah Fauvisme. Tema populer lain dalam Art Deco adalah bentuk-bentuk bersifat trapezoid, zigzag, geometri, dan bentuk puzzle, yang banyak terlihat pada karya mula-mula.

Sejalan dengan pengaruh-pengaruh ini, banyak desainer Art Deco yang menolak material tradisional untuk pekerjaan mereka dan lebih memilih menggunakan material yang tidak biasa seperti eboni, besi, marmer, dan tipe- tipe kayu yang langka dan mahal. Desain mereka berbentuk geometris dengan garis- garis yang simpel. Art deco terlihat di berbagai macam bidang berbeda, seperti arsitektur, furniture, vas, kaca, dan perhiasan.

 

artdecomotif.jpg

Motif- motif art deco

Dari motif- motif di atas terlihat bahwa gaya desain art deco bersifat dekoratif namun dengan garis- garis yang simple, karena terbentuk dari suatu bentuk yang geometris, bukan seperti art nouveau yang bersifat dekoratif dinamis dengan sulur- sulur.

 

art-deco-poster.jpg

Le Tzarewitch Art Deco Poster

Poster dengan gaya art deco ini dibuat oleh seniman Perancis pada tahun 1930’an. Terlihat bahwa poster ini hanya dibuat dengan tiga warna. Gaya art deco terlihat dari garis- garis dekoratif dan simple yang dibuatnya, dan juga terlihat dari kain biru yang masih berbentuk geometris ( kaku ).

 

 

t014779a.jpg

Meja Art Deco

Meja yang terbuat dari kayu eboni dan sedikit bahan sejenis tembaga didesain oleh Jacques Émile Ruhlmann sekitar tahun 1931 pada era art deco. Meja ini simple dan mempunyai bentuk yang elegan yang merupakan ciri dari art deco.

 

 

fav_chrysler.jpg

Chrysler Building

Chrysler Building (1930) terletak di New York yang merupakan contoh dari arsitek art deco yang identik dengan garis- garis dan bentuk geometris berdekoratifnya. Didesain oleh William van Allen, yang sebagian terinspirasi dari kubisme dan bentuk mesin. Bangunan ini terbuat dari besi pada bagian atapnya, mempunyai ketinggian 319 m (1,046 ft). Ini menjadi bangunan tertinggi di dunia selama setahun sebelum Empire State building dibangun.

 

Pengaruh Art Deco di Indonesia

Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam desain arsitektur bangunannya.

isolaboek1.jpg

Vila Isola Bandung (gedung IKIP)

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang fleksibel dan dinamis merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural.

101_0126.jpg
Hotel Savoy Homann Bandung
Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan. Arsitektur ini merupakan salah satu kekayaan Arsitektur di Indonesia.

art_deco_mugs_sm.jpg

art deco mugs
mug- mug tersebut terkena pengaruh dari art deco yang berciri dekoratif geometris, seperti yang terlihat pada corak mug tersebut yaitu lingkaran, garis- garis (linear) dan belah ketupat. Tentunya bentuk- bentuk ( corak ) seperti ini sangat banyak kita temui saat ini dan ini merupakan pengaruh dari gaya desain art deco.

64c.jpg

furniture art deco
furniture art deco bergaya stylist dekoratif yang simple dan unik, serta di desain dengan penggunaan bahan kayu dan metal. Desainnya pun masih bercirikan bentuk geometris.

referensi art deco

http://artantiques.allinfo-about.com/weekly/features/artdeco.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Art_Deco

www.allposters.com/-st/ArtDecoPosters_c6933_.htm – 165k

Microsoft Encarta 2008

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: